SOPPENG – H. Suwardi Haseng menegaskan benih padi dan jagung dari pemerintah tidak boleh diperjualbelikan maupun dipindahtangankan. Penegasan bantuan itu disampaikan saat penyaluran benih kepada 221 kelompok tani di Kabupaten Soppeng.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam kegiatan Sosialisasi dan Penyerahan Bantuan Benih Padi dan Jagung Tahun 2026 yang digelar Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, Perkebunan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Soppeng di Aula Dinas Pendidikan Kabupaten Soppeng, Senin (11/5/2026).
Program bantuan yang bersumber dari APBN Kementerian Pertanian RI itu menjangkau ratusan kelompok tani di berbagai wilayah Kabupaten Soppeng. Sebanyak 95 kelompok tani menerima bantuan benih padi, sedangkan 126 kelompok tani menerima bantuan benih jagung.
Dalam berbagai hal, Suwardi meminta bantuan distribusi dilakukan sesuai daftar calon penerima dan calon lokasi (CPCL) yang telah ditetapkan pemerintah.
“Jangan lagi ada kejadian benih tidak terbagi secara merata sesuai CPCL yang sudah disusun. Bantuan benih pemerintah ini tidak untuk dipindahtangankan, apalagi diperjualbelikan,” tegasnya.
Ia mengingatkan bantuan benih dapat berdampak pada hukum sekaligus mencoreng nama baik Kabupaten Soppeng di hadapan pemerintah pusat, khususnya Kementerian Pertanian.
Menurutnya, program bantuan benih nasional tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus mendukung target swasembada pangan.
Tahun 2026, Pemkab Soppeng menerima bantuan benih padi untuk lahan seluas 5.716 hektare dengan total benih mencapai 142.900 kilogram. Varietas yang disalurkan meliputi Inpari 32, Mekongga, dan Padjajaran.
Sementara itu, bantuan benih jagung dialokasikan untuk lahan seluas 7.080 hektare dengan total benih 106.200 kilogram varietas NK 306.
Suwardi berharap penggunaan benih unggul dapat meningkatkan produktivitas pertanian dan kesejahteraan petani.
“Benih unggul berpotensi meningkatkan hasil pertanian dan menjadi bagian penting dalam menjaga kemiskinan sektor pertanian kita,” ujarnya.
Kegiatan tersebut diikuti ratusan peserta yang terdiri atas kelompok petani penerima bantuan, penyuluh pertanian lapangan (PPL), koordinator BPP, pengawas benih tanaman, serta unsur penyuluh pertanian lainnya. Selain penyerahan bantuan, agenda juga dirangkaikan dengan sosialisasi teknis pelaksanaan program. (**)




.jpg)

