Notification

×

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Bupati Soppeng Hadiri Panen Perdana Uji Terap Pertanian Modern di Lajaroko

Rabu, 19 Agustus 2026 | 6:58:00 PM WIB | 0 Views Last Updated 2026-08-20T01:58:12Z



SOPPENG — Bupati Soppeng H. Suwardi Haseng menghadiri panen perdana uji terap budidaya padi modern Program PM-AAS (Pertanian Modern–Advance Agriculture System) di Lajaroko, Kelurahan Manorang Salo, Kecamatan Marioriawa, Rabu (19/8/2026).


Panen tersebut merupakan bagian dari pilot project penerapan sistem budidaya padi modern yang dilaksanakan Kelompok Tani Karuna di lahan seluas sekitar 20 hektare. Dari lahan uji terap itu, produktivitas panen mencapai sekitar 10 ton gabah per hektare.


Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Pusat Perakitan dan Modernisasi Pertanian Tanaman Pangan Dr. Ir. Haris Syahbuddin, DEA, Kepala Balai Perakitan dan Modernisasi Pertanian Provinsi Sulawesi Selatan Dr. Zainal Abidin, S.P., M.P., serta jajaran lembaga teknis Kementerian Pertanian.


Hadir pula jajaran Forkopimda Kabupaten Soppeng, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, Perkebunan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Soppeng beserta jajaran, Camat Marioriawa, unsur Muspika, kepala desa dan lurah se-Kecamatan Marioriawa, penyuluh pertanian, KTNA, Gapoktan, pengelola UPJA, Brigade Pangan dan kelompok tani.


Dalam kegiatan itu juga dilakukan penyerahan bibit padi unggul jenis Inpari 32 FS kepada dua kelompok tani sebagai bagian dari dukungan pengembangan budidaya padi modern di Kabupaten Soppeng.


Suwardi mengatakan penerapan pertanian modern melalui Program PM-AAS menjadi langkah strategis untuk mendorong transformasi sistem budidaya padi di Soppeng.


“Dengan ditetapkannya Kabupaten Soppeng sebagai salah satu kabupaten penyelenggara Program PM-AAS, telah memberi harapan besar bagi petani dan merupakan langkah nyata yang strategis dalam mendorong transformasi sistem budidaya padi di Bumi Latemmala,” kata Suwardi.


Menurut dia, teknologi pertanian modern diharapkan menghasilkan model budidaya yang efektif, efisien dan adaptif terhadap kondisi agroekosistem lokal. Model tersebut juga diharapkan dapat diterapkan lebih luas di wilayah Kabupaten Soppeng.


Ia menambahkan, uji terap tidak hanya bertujuan meningkatkan produksi, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran bagi petani dalam mengadopsi teknologi pertanian modern secara menyeluruh dan berkelanjutan.


“Dari sawah di Lajaroko ini lahir pertanian modern yang nanti bisa dicontoh daerah lain. Kita ingin suatu hari nanti orang berkata, petani Soppeng adalah petani yang siap menghadapi masa depan,” ujarnya.


Suwardi menegaskan Pemerintah Kabupaten Soppeng berkomitmen mendukung pengembangan pertanian modern melalui penguatan kelembagaan petani, peningkatan sarana dan prasarana pertanian, serta penguatan sinergi dengan pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.


Ia juga mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan Program PM-AAS, khususnya Pusat Perakitan dan Modernisasi Pertanian Tanaman Pangan serta jajaran Balai Perakitan dan Modernisasi Pertanian.


Suwardi berharap kolaborasi tersebut terus diperkuat untuk meningkatkan produksi pertanian, ketahanan pangan dan kesejahteraan petani di Kabupaten Soppeng.

×
Berita Terbaru Update