SOPPENG — Suasana malam di Salotungo, Kelurahan Lalabata Rilau, Kecamatan Lalabata, Kabupaten Soppeng, terasa berbeda pada Jumat (24/4/2026). Di bawah tenda sederhana dengan lampu yang menerangi di area pertemuan, warga berkumpul bukan sekadar untuk menghadiri agenda resmi, tetapi juga untuk menyampaikan harapan secara langsung kepada perwakilan mereka.
Ketua DPRD Soppeng, H. Andi Muhammad Farid, S.Sos dari Fraksi Partai Golkar, menggelar reses kedua masa sidang 2025/2026. Kegiatan ini menjadi ruang dialog antara legislatif dan masyarakat, di mana aspirasi mengalir tanpa sekat.
Dalam kesempatan itu, H. Andi Muhammad Farid mendengarkan langsung berbagai keluhan dan usulan warga, mulai dari kebutuhan air bersih hingga infrastruktur lingkungan. Ia menegaskan bahwa reses bukan sekadar agenda rutin, melainkan kewajiban moral untuk menyerap aspirasi secara nyata.
“Semua masukan ini akan kami perjuangkan dan bawa ke pembahasan di DPRD. Apa yang menjadi kebutuhan masyarakat adalah prioritas kami,” ujarnya di hadapan warga.
Namun, yang membuat suasana semakin berkesan adalah saat setelah dialog selesai. Warga yang merasa dekat dengan sosok Ketua DPRD tersebut berinisiatif mengabadikan kebersamaan. Tanpa protokoler ketat, Andi Muhammad Farid bergabung bersama warga, duduk dan berbaur, lalu tersenyum dalam sesi swafoto bersama.
Momen itu bukan sekedar foto, melainkan simbol kedekatan antara legislator dan konstituennya. Wajah-wajah ceria tampak jelas, menggambarkan kepuasan warga yang merasa didengar sekaligus dihargai.
Bagi warga Salotungo, kehadiran langsung pimpinan DPRD bukan hanya membawa harapan akan perubahan, tetapi juga menghadirkan rasa kebersamaan yang jarang ditemukan dalam forum formal. Malam itu, reses berubah menjadi ruang silaturahmi yang hangat tempat aspirasi bertemu dengan empati.
Dengan berakhirnya kegiatan, warga pun perlahan meninggalkan lokasi dengan membawa harapan baru. Sementara itu, foto kebersamaan yang diambil menjadi kenangan sederhana, namun penuh makna tentang hubungan yang terjalin erat antara pemimpin dan rakyatnya. (**)





