SOPPENG — Suasana khidmat menyelimuti ruang pola Kantor Bupati Soppeng, Minggu (12/4/2026). Di bawah bentangan spanduk bertuliskan “Manasik Pemantapan KBIHU Al Ifadah Soppeng”, ratusan calon jamaah haji duduk rapi, menyimak setiap Arah dengan wajah penuh harap. Bagi mereka, ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan langkah awal menuju perjalanan spiritual yang telah lama dinanti.
Ketua Yayasan Al Ifadah Soppeng, H. Sainuddin Salim, dalam laporannya menyampaikan bahwa tahun ini terdapat 318 jamaah calon haji yang tergabung dalam bimbingan KBIHU Al Ifadah. Mengusung tema “Menata Niat, Menyempurnakan Ikhtiar Menuju Baitullah”, kegiatan ini dirancang untuk memperkuat kesiapan lahir dan batin para jamaah.
“Manasik ini bukan hanya soal tata cara, tapi juga tentang bagaimana kita menjaga niat dan memantapkan hati dalam menjalankan ibadah haji,” ujarnya.
Di antara para peserta, terlihat antusiasme yang tak terbendung. Beberapa jamaah tampak serius menyimak, sementara lainnya mengangguk pelan, seolah menyimpan setiap pesan sebagai bekal berharga menuju Tanah Suci.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) kabupaten Soppeng, Dr. H. Musriadi, turut memberikan gambaran terkait penyelenggaraan haji tahun ini. Ia menyebutkan bahwa jamaah asal Soppeng terbagi dalam empat kelompok terbang (kloter). Namun, di balik teknis keberangkatan, ia menekankan satu hal penting: kesehatan.
“Jaga kesehatan sejak sekarang. Ibadah haji membutuhkan fisik yang kuat, dan itu harus dipersiapkan jauh hari,” pesannya,
Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Sulawesi Selatan, H. Ikbal Ismail, menegaskan peran strategis KBIHU sebagai mitra pemerintah dalam membimbing jamaah.
“KBIHU hadir untuk memastikan jamaah memahami setiap tahapan ibadah haji secara benar. Ini adalah kerja kolaboratif antara pemerintah dan Yayasan,” katanya.
Dalam sambutannya, ia juga menyinggung kekhawatiran sebagian jamaah terkait situasi di Timur Tengah. Pemerintah, kata dia, telah melakukan komunikasi intensif dengan pemerintah Arab Saudi guna memastikan keamanan jamaah.
“InsyaAllah, pemerintah terus menjaga perkembangan dan menjamin keselamatan jamaah. Mari kita iringi dengan doa agar seluruh proses ibadah berjalan lancar,” ucapnya menenangkan.
Di tengah berbagai tantangan global, pemerintah Indonesia juga menghadirkan sejumlah inovasi untuk mempermudah perjalanan ibadah haji tahun 2026. Salah satunya adalah penerapan Kartu Nusuk, sebuah kartu pintar yang menjadi syarat wajib bagi jamaah untuk mengakses Makkah, Masjidil Haram, hingga area Armuzna.
Kartu ini tidak hanya berfungsi sebagai identitas, tetapi juga menjamin keamanan dan kemudahan akses layanan. Menariknya, untuk tahun ini, distribusi kartu dilakukan sejak di Indonesia sebelum keberangkatan, sehingga jamaah tidak lagi terbebani urusan administratif setibanya di Arab Saudi.
Selain itu, kebijakan fast track juga kembali diterapkan. Jamaah tidak perlu lagi mengantre panjang saat tiba di Bandara Jeddah atau Madinah, karena proses imigrasi telah selesai sejak di tanah air.
Kegiatan manasik ini juga dihadiri Ketua Komisi III DPRD Soppeng, Asisten III Kabupaten Soppeng, Kanwil Kemenhaj provinsi Sulsel, serta ketua kloter. Kehadiran mereka menjadi simbol dukungan penuh terhadap kesiapan jamaah. (**)





