SOPPENG — Aliansi Mahasiswa Soppeng Menggugat menggelar aksi unjuk rasa di kawasan Segitiga Cakelle, Jalan Kemakmuran, Kelurahan Lemba, Kecamatan Lalabata, Kabupaten Soppeng, Selasa (7/7). Aksi yang diikuti sekitar 50 peserta tersebut berlangsung aman dan tertib di bawah pengamanan personel Polres Soppeng.
Massa aksi yang dipimpin Jenderal Lapangan Muhammad Arifin Syam menyampaikan sejumlah tuntutan terkait evaluasi kinerja Pemerintah Kabupaten Soppeng. Aspirasi yang disampaikan meliputi program beasiswa pemerintah daerah, kejelasan status aset Asrama Mahasiswa Soppeng, evaluasi pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), pengembalian TNI dan Polri pada fungsi utamanya, serta klaim peningkatan ekonomi daerah.
Selama aksi, peserta menyampaikan orasi secara bergantian menggunakan pengerasan suara sambil membawa spanduk, bendera organisasi, pamflet, dan atribut seperti "Soppeng Tidak Setara! Evaluasi Kinerja Pemda Soppeng."
Aksi sempat diwarnai pembakaran ban bekas di badan jalan dan pemblokiran arus lalu lintas sebagai bentuk protes karena belum hadirnya perwakilan Pemerintah Kabupaten Soppeng. Personil Polres Soppeng yang melakukan pengamanan mengedepankan pendekatan persuasif dan humanis sehingga tetap situasi kondusif dan arus lalu lintas kembali normal.
Sekitar pukul 17.45 WITA, perwakilan massa diterima untuk berdialog dengan Anggota DPRD Kabupaten Soppeng Fraksi Partai Golkar Daerah Pemilihan IV Liliriaja–Citta, Hadi Wijaya Ismail, SP Dialog tersebut juga disertai Kapolres Soppeng AKBP Aditya Pradana, SIK, MIK, dan Kasi Intelijen Kejaksaan Negeri Soppeng Nazamuddin, SH, MH
Dalam pertemuan itu, mahasiswa menyampaikan seluruh tuntutannya. DPRD menyatakan akan meneruskan aspirasi tersebut kepada instansi terkait sesuai mekanisme yang berlaku.
Dialog USAI, sekitar pukul 18.05 WITA, massa membubarkan diri secara tertib. Seluruh rangkaian aksi berlangsung aman dan kondusif.
Kapolres Soppeng AKBP Aditya Pradana mengatakan adanya komitmen memberikan pengamanan secara profesional, humanis, dan sesuai prosedur dalam setiap pelaksanaan persetujuan di muka umum.
Pengamanan ini merupakan bentuk komitmen Polri dalam menjamin hak masyarakat untuk menyampaikan aspirasi secara damai sekaligus memastikan situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif. Kami mengapresiasi seluruh peserta aksi yang telah menyampaikan pendapat dengan baik sehingga kegiatan dapat berjalan dengan lancar hingga selesai, kata Aditya.

