SOPPENG — Suasana ruang kelas di SMPN 2 Liliriaja, Jumat pagi, 20 Februari 2026, tampak berbeda dari biasanya. Bukan pelajaran matematika atau bahasa Indonesia yang mengisi papan tulis, melainkan nilai-nilai kebangsaan yang menggema di antara bangku-bangku siswa. Hari itu, semangat bela negara ditanamkan melalui kegiatan penyuluhan yang menjadi bagian dari program Kodim 1423/Soppeng dalam gelaran TMMD ke-127.
Kegiatan Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) selama ini identik dengan pembangunan jalan, jembatan, maupun rumah layak huni. Namun di Desa Jampu kecamatan Liliriaja, TMMD hadir dalam wajah yang berbeda: membangun karakter generasi muda.
Puluhan siswa tampak antusias mengikuti materi yang disampaikan Kepala Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Soppeng, Hadi Indrajaya R., S.Ip. Dengan bahasa yang lugas dan penuh semangat, ia mengajak para pelajar memahami makna bela negara sebagai tanggung jawab bersama.
“TMMD bukan hanya tentang pembangunan infrastruktur seperti jalan dan rumah layak huni, tetapi juga berperan membangun manusia Indonesia yang berakhlak mulia, memiliki semangat patriotik, dan siap membela negara,” ujarnya di hadapan para siswa.
Di ruang kelas itu, nilai-nilai Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, serta semangat Bhinneka Tunggal Ika dihidupkan kembali. Para siswa diajak memahami bahwa keberagaman bukan alasan untuk terpecah, melainkan kekuatan untuk memperkokoh Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Beberapa siswa terlihat mengangguk-angguk, sebagian lainnya mencatat poin penting yang disampaikan. Bagi mereka, bela negara bukan lagi sekedar istilah dalam buku teks, tetapi panggilan untuk berprestasi, menjaga persatuan, dan menghormati perbedaan.
Kepala sekolah setempat, Haryono, S.Pd., tak mampu menyembunyikan rasa harunya. Ia menyampaikan apresiasi atas kehadiran tim TMMD yang telah memberikan tambahan motivasi bagi anak didiknya.
“Penyuluhan bela negara ini adalah investasi berharga bagi masa depan anak-anak kami. Mereka adalah generasi penerus yang akan membawa bangsa ini menuju kemajuan,” tuturnya.
Melalui kegiatan non-fisik seperti ini, TMMD ke-127 menegaskan bahwa pembangunan desa tidak hanya berbicara soal beton dan aspal. Di balik setiap proyek fisik, tersimpan misi besar membangun karakter dan kesadaran kebangsaan.
Di ruang kelas sederhana itu, masa depan Indonesia sedang dipupuk melalui kata-kata, semangat, dan tekad yang tumbuh di hati generasi muda. (**)









