SOPPENG – Mentari pagi baru saja menyinari halaman Markas Komando (Mako) Polres Soppeng, Jumat (13/2/2026), ketika sejumlah personel tampak sibuk menyapu dan merapikan taman. Seragam dinas yang biasanya identik dengan tugas pengamanan dan pelayanan masyarakat, pagi itu berpadu dengan sapu lidi dan cangkul di tangan.
Kegiatan kurvey (kerja bakti) tersebut diikuti para Pejabat Utama (PJU), perwira, brigadir, hingga aparatur sipil negara (ASN). Mereka membersihkan halaman depan, memangkas tanaman, mengangkat sampah di selokan, hingga menata kembali area sekitar kantor. Suasana kebersamaan begitu terasa—tanpa sekat jabatan, seluruh personel berbaur demi satu tujuan: menciptakan lingkungan kerja yang bersih, rapi, dan nyaman.
Bagi jajaran kepolisian, kebersihan bukan sekadar rutinitas, melainkan bagian dari tanggung jawab. Lingkungan yang tertata diyakini menjadi cerminan kesiapan dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat.
Kapolres Soppeng, Aditya Pradana, menegaskan bahwa kebersihan mako merupakan tanggung jawab bersama seluruh personel.
“Kebersihan lingkungan kerja adalah cerminan kedisiplinan dan kesiapan kita dalam melaksanakan tugas. Jika lingkungan bersih dan tertata, maka pelayanan kepada masyarakat pun akan lebih maksimal,” ujarnya di sela kegiatan.
Ia juga mengingatkan agar kurvey tidak hanya menjadi agenda sesaat, melainkan budaya kerja yang terus dijaga. Menurutnya, semangat gotong royong dan disiplin yang tumbuh dari kegiatan sederhana seperti ini akan berdampak positif pada kualitas pelayanan publik.
Melalui kurvey rutin, lingkungan Mako Polres Soppeng diharapkan senantiasa terpelihara, menghadirkan suasana kerja yang sehat dan kondusif. Di balik sapu dan cangkul yang terayun pagi itu, tersimpan komitmen kuat untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Kabupaten Soppeng.








