SOPPENG — Setahun bukanlah waktu yang panjang dalam perjalanan sebuah pemerintahan. Namun bagi sebagian kalangan, 12 bulan pertama sering menjadi penentu arah dan karakter kepemimpinan. Di Kabupaten Soppeng, periode awal kepemimpinan Suwardi Haseng mulai mendapat sorotan, termasuk dari kalangan akademisi.
Dr. Hj Rahmuniar Toaha, M.Si. Akademisi Universitas Indonesia (foto: Istimewa)Adalah Dr.Hj. Rahmuniar Toaha, M.Si, akademisi kelahiran Desa Watu Toa, Kecamatan Marioriwawo, yang menyampaikan pendapatnya terhadap satu tahun kepemimpinan Bupati Soppeng tersebut. Saat ini, Rahmuniar dikenal sebagai dosen Program Studi Administrasi Publik Pascasarjana di Universitas Indonesia Timur, serta menjabat Wakil Rektor II di Universitas Pepabri Makassar.
Menurut Rahmuniar, dalam setahun terakhir terlihat arah kepemimpinan yang mengedepankan pendekatan demokratis. Ia menilai ruang komunikasi dan dialog yang dibuka pemerintah daerah kepada berbagai elemen masyarakat menjadi salah satu ciri yang menonjol.
“Pendekatan demokratis itu penting, karena dari sana lahir sinergi antara pemerintah daerah, masyarakat, hingga kalangan akademisi,” Ujarnya, Sabtu (21/2)
Ia menilai gaya kepemimpinan tersebut tidak hanya sebatas simbolik, tetapi tercermin dalam pola pengambilan keputusan yang melibatkan aspirasi publik. Kemampuan mendengar secara aktif (active listening), menurutnya, menjadi fondasi penting dalam membangun kepercayaan.
Lebih jauh lagi, Rahmuniar melihat adanya karakter visioner dalam kepemimpinan Suwardi Haseng. Keberanian mengambil keputusan strategi yang diukur sejalan dengan tanggung jawab dalam menjalankan kebijakan yang telah ditetapkan.
“Jika kepemimpinan demokratis dipadukan dengan visi yang kuat, maka akan tercipta kerja sama tim yang solid dalam pemerintahan dan pembangunan daerah,” katanya.
Di tengah dinamika pembangunan daerah yang kian kompleks, ia juga menyoroti pentingnya kepemimpinan transformasional. Upaya perbaikan tata kelola pemerintahan dan peningkatan pelayanan publik, menurutnya, menjadi indikator adanya dorongan perubahan.
Rahmuniar menambahkan, kepemimpinan adaptif kini menjadi kebutuhan. Kemampuan membaca situasi, menemukan solusi baru, serta beradaptasi dengan perubahan menjadi faktor kunci dalam mendorong kemajuan daerah.
Bagi Rahmuniar, satu tahun pertama ini telah membangun fondasi awal yang positif bagi arah pembangunan Kabupaten Soppeng ke depan. Ia berharap berbagai program yang telah berjalan dapat terus diperkuat dan disempurnakan agar memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.
Di usia yang masih seumur jagung bagi sebuah masa jabatan, arah telah mulai terlihat. Tantangan tentu tidak ringan, namun fondasi yang dinilai mulai terbentuk menjadi bekal untuk perjalanan Soppeng pada tahun-tahun berikutnya. (**)









